Faktor Risiko Alergi Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

Faktor Risiko Alergi Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

Alergi bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak. Bahkan alergi pada anak bisa meningkat dari tahun ke tahun. Anda harus mengenal faktor yang menyebabkan alergi tersebut dan juga gejalanya. Sehingga bisa segera dilakukan pencegahan. Karena alergi termasuk penyakit yang sulit diobati. Tapi hanya bisa dicegah dengan menghindari pemicunya. Pada bayi, biasanya muncul alergi susu sapi atau alergi pada makanan. Setelah dewasa ada beberapa alergi yang menghilang sendiri dan ada yang tidak. Mari kita bahas tentang faktor risiko alergi pada anak yang harus diwaspadai.

Keluarga Memiliki Riwayat Alergi

Anak yang salah satu orang tuanya memiliki riwayat alergi, kemungkinan terkena alergi lebih besar. sekitar 20-40%. Jika kedua orang tuanya sama-sama memiliki riwayat alergi, maka kemungkinan risikonya akan semakin besar. bahkan mencapai 72%. Oleh karena itu penting untuk mengetahui riwayat alergi masing-masing anggota keluarga.

Pemberian Susu Sapi atau Makanan Padat Sebelum Usia 6 Bulan

Bayi yang sebelum usia 6 bulan sudah diberi susu sapi atau makanan padat, memiliki risiko lebih tinggi terkena alergi. Munculnya alergi dikarenakan sistem pencernaan tubuh yang belum bisa mencerna dan menyerap protein tinggi yang terdapat di makanan atau susu sapi tersebut. oleh karena itu dianjurkan untuk memberikan asi ekslusif selama 6 bulan dan pendamping asi tepat usia 6 bulan.

Terkena Debu atau Tungau di Rumah

Resiko alergi juga bisa disebabkan oleh debu atau tungau yang ada di rumah. Orang tua pun bisa terkena risiko alergi ini. biasanya ditandai dengan tanda bersin-bersin atau muncul bintik merah. Namun risiko ini memang sangat kecil terjadi pada anak.

Pada anak-anak kemungkinan hanya tiga risiko itu saja, yang membuat munculnya alergi. Alergi terhadap suatu hal, belum tentu muncul saat anak-anak. Bisa muncul ketika sudah dewasa. Ada bebarapa jenis alergi yang sering diderita oleh anak-anak.

1. Alergi saluran pernapasan

Reaksi alergi muncul karena udara yang terdapat zat tertentu. Seperti tungau, bunga, debu, asap rokok dan lainnya. gejala yang muncul seperti hidung berair, mata gatal, batuk dan hidung tersumbat.

2. Alergi kulit

Alergi kulit terjadi saat kulit terkena dengan zat tertentu. Bisa parfum, emas imitasi, bahan pakaian tertentu dan masih banyak lainnya. gejalanya bisa muncul bengkak, merah, gatal dan dermatitis.

3. Alergi makanan

Alergi makanan banyak dialami oleh anak-anak. Misalnya konsumsi makanan tertentu, akan menimbulkan gejala alergi. Beberapa makanan yang bisa menyebabkan alergi antara lain, daging, kacang, telur, ikan laut dan lainnya.

Anda harus mewaspadai gejala alergi pada anak sedini mungkin. kemudian cari tahu apa yang menyebabkan alergi tersebut. lakukan konsultasi ke dokter, sehingga risiko alergi pada anak bisa diminimalisir.