6 Penyebab Konstipasi pada Anak Disertai Keluarnya Darah

6 Penyebab Konstipasi pada Anak Disertai Keluarnya Darah

Keluarnya feses yang disertai darah pada anak biasanya akan terasa nyeri. Dapat juga diawali dengan kram atau perih pada perut. Gejala-gejala ini yang  menandakan adanya konstipasi pada anak. Segera lakukan tindakan jika hal ini terjadi pada anak Anda. Selain itu, orang tua juga harus mengetahui penyebabnya. Berikut penyebab konstipasi pada anak dan keluarnya darah!

1. Adanya Fisura Ani

Fisura ani merupakan gangguan pada sistem pencernaan berupa sobeknya jaringan yang melapisi anus. Sobeknya lapisan ini hampir sama seperti bibir yang sedang dalam kondisi pecah-pecah. Sobeknya jaringan mengakibatkan adanya darah yang keluar saat buang air besar. Sobekan yang terjadi dapat disebabkan karena feses yang keras dan kasar sehingga merobek.

2. Ambeien

Penyebab dari kondisi ini sama seperti penyebab konstipasi biasa. Anak terlalu lama menahan BAB yang menyebabkan kerasnya feses dan teksturnya menjadi kasar. Pembuluh darah akan mengumpul karena mendapat tekanan pada anus. Sehingga saat mengejan akan membutuhkan tenaga yang lebih daripada biasanya. Karena feses susah dikeluarkan dengan tekstur yang keras.

3. Adanya Polip

Polip merupakan gangguan fisik yang dicirikan dengan adanya pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Tumbuhnya jaringan abnormal ini memiliki ditandai bentuk tangkai serta berukuran sangat kecil, sekitar 1,5 cm. Jika feses yang akan dikeluarkan keras dan kasar, sehingga menyobek jaringan ini, maka akan terjadi konstipasi yang berdarah pada anak.

4. Adanya Tumor Jinak

Orang tua harus segera waspada jika anak mengalami gejala konstipasi berdarah. Kondisi ini mungkin dapat diakibatkan oleh tumbuhnya tumor jinak dalam usus besar ataupun saluran yang dekat dengan anus. Tumor yang bergesekan dengan feses yang keras, akan menyebabkan  jaringan sobek sehingga mengeluarkan darah yang bersatu dengan feses yang dikeluarkan.

5. Disentri

Gejala yang dialami anak saat menderita disentri selain susahnya BAB, juga demam dan diare yang terjadi secara terus-menerus. Feses yang keluar pun akan dibarengi dengan keluarnya darah. Namun kondisi ini akan hilang jika penyakit disentri pada anak telah sembuh. Cara mengetahui anak mengalami disentri dengan melihat gajalanya dan konsultasi ke dokter.

6. Terlalu Sering Mengonsumsi Susu Formula

Bagi anak-anak yang masih menyusui, usahakan untuk meminimalisir konsumsi susu formula. meski kandungannya hampir sama dengan susu ibu, tapi tetap saja berbeda khasiatnya terutama untuk sistem pencernaannya. Lebih baik menyetok ASI di dalam kulkas jika ibu sibuk dan tidak memiliki waktu luang untuk menyusui. Susu formula tetap tidak sebaik ASI, hanya selingan.

Itulah beberapa penyebab konstipasi pada anak yang disertai dengan keluarnya darah. Kenali penyebabnya karena kemungkinan disebabkan oleh penyakit yang berbahaya. Jika anak sudah mulai kesulitan saat BAB, maka segera konsultasi ke dokter. Jika anak beberapa hari tidak merasakan keinginan untuk BAB, orang tua harus segera menyadarinya karena berbahaya.