3 Penyebab Kelahiran Bayi Lebih Awal dari Waktu Perkiraan

3 Penyebab Kelahiran Bayi Lebih Awal dari Waktu Perkiraan

 Proses melahirkan pada manusia merupakan puncak dari masa sembilan bulan kehamilan pada seorang ibu. Setiap kehamilan memiliki batas waktu kelahiran anak atau yang lebih dikenal dengan hari perkiraan lahir (HPL). Perkiraan ini akan membantu ibu mempersiapkan fisik, mental, dan berbagai persiapan lain menyambut kehadiran buah hati ke dunia.

Namun, tidak selalu bayi lahir sesuai dengan HPL, banyak yang lebih cepat beberapa hari atau lebih lambat. Kondisi ini masih terbilang normal. Akan tetapi, ketika bayi lahir jauh lebih awal atau prematur, maka akan menimbulkan berbagai masalah. Namun, ibu tidak perlu merasa takut, karena kelahiran bayi prematur hanya memerlukan perawatan lebih intensif.

Penyebab Kelahiran Bayi Prematur

Kelahiran bayi lebih awal pada usia kehamilan 20 hingga 37 minggu seringkali terjadi karena berbagai alasan. Baik disebabkan oleh faktor kehamilan, kesehatan ibu, atau faktor janin sendiri. Berikut penjelasan lebih rincinya.

1.     Faktor Kehamilan

Kelahiran prematur sebenarnya sudah biasa terjadi. Setidaknya, 12% dari keseluruhan ibu hamil di dunia mengalami melahirkan lebih awal. Hal ini bisa dikarenakan faktor kehamilan itu sendiri, misalnya:

  • Kelainan posisi ari-ari.
  • Menurunnya fungsi ari-ari.
  • Ari-ari terlepas sebelum waktunya.
  • Air ketuban yang jumlahnya terlalu banyak.
  • Terjadi pecah ketuban secara tiba-tiba yang dapat membahayakan janin.

Ketika permasalahan seperti di atas terjadi, maka bayi harus dilahirkan sebelum waktunya sehingga tidak membahayakan nyawa si kecil dan ibunya.

2.     Faktor Kesehatan Ibu

Proses melahirkan pada manusia yang lebih awal dari waktu seharusnya juga bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan pada ibu. Misalnya:

  • Adanya penyakit bersifat kronis seperti penyakit jantung atau ginjal.
  • Adanya infeksi, seperti infeksi saluran kemih, cairan ketuban, atau infeksi vagina.
  • Kelainan bentuk rahim.
  • Kebiasaan merokok pada masa sebelum atau dalam kehamilan.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
  • Permasalahan pada serviks yang tidak bisa menutup pada masa kehamilan.
  • adanya riwayat kelahiran prematur sebelumnya.

Kondisi fisik dan mental ibu juga akan sangat mempengaruhi proses kelahiran sehingga pada masa kehamilan sangat perlu dijaga fisik dan mental ibu agar tidak terganggu.

3.     Faktor Janin

Selain faktor kehamilan dan kesehatan ibu hamil, dari janin sendiri bisa mengakibatkan kelahiran prematur. Misalnya, karena adanya kelainan darah pada janin atau hamil kembar.

Umumnya, kehamilan kembar memang sangat mungkin menyebabkan kelahiran prematur karena kehamilan dengan lebih dari satu bayi akan memberikan peregangan yang lebih pada uterus.

Ada banyak yang bisa menyebabkan proses melahirkan pada manusia terjadi lebih awal. Ketika ibu memiliki indikasi untuk melahirkan lebih awal, tidak perlu panik. Sebab yang harus diperhatikan adalah bagaimana proses persalinannya nanti. Pikiran yang tenang dan dukungan dari keluarga menjadi sangat penting untuk menghadapi masa-masa ini.